Jangan Samakan Fotografi Street dengan Urbex & Street Kekinian

Sebenernya Instagram ini sangat bagus. Tidak hanya melahirkan orang orang kreatif tapi juga melahirkan beberapa genre yang bisa disebut “baru”. Bagaimana tidak, instagram yang merupakan sosial media dengan nuansa foto sangat erat dengan dunia fotografi.

Saya juga bukan fotografer, saya juga bukan orang kekinian yang mengikuti apa yang hits di sosmed. Tapi yang saya tulis ini merupakan sedikit bumbu agar ada pembeda antara yang tertulis di judul.

Sebenernya mereka bergerak di bidang yang sama, yaitu seni fotogafi. Tulisan ini tidak ada maksud untuk memojokkan salah satu genre tertentu. Toh bagi penikmat street memang street bagus. Namun bagi penikmat street kekinian dan  urbex memang bagusan street kekinian dan urbex. Mereka memiliki daya imajinasi yang berbeda dalam menilai foto.

FOTOGRAFI STREET (JALANAN)

Pertama kita bahas adalah street fotografi. Street fotografi adalah salah satu jenis fotografi yang dilakukan di ruangan terbuka publik dalam kondisi objek tanpa ada pengarahan atau candid. Lokasi yang sering dipakai pecinta street fotografi biasanya di jalanan, pasar, terminal, stasiun, komplek pertokoan, perkotaan dan sebagainya.

Objek yang dijadikan pada street cenderung bebas. Apapun yang ada dalam ruang terbuka masih bisa menjadi foto street. Bayangan manusia pun juga bisa. 

shadow

will……..

Untuk pengambilan bayangan ini alangkah baiknya dilakukan pada saat pagi jam 6-7 atau sore jam 3.30-5 karena bayangan sedang panjang.

Bisa juga aktifitas orang di pasar.

waiting

searah

perjuangan seorang ibu

Dan semua itu ada diruang publik. Tidak harus dengan objek manusia. Objek apapun bisa asalkan menurut anda jika difoto akan menghasilkan nilai estetika.

Dan juga terkadang penguatan warna juga bisa dilakukan, tidak harus menggunakan  BNW.

Fotografer menunggu momen

Jadi dalam fotografi street pokok yang dapat diambil adalah:

  1. Candid
  2. Ruang terbuka publik
  3. Objek boleh ada manusia boleh tidak

Boleh juga objek yang anda foto sadar kamera asalkan tidak ada konsep.

    URBAN EXPLOLER DAN STREET KEKINIAN

    Urban exploler atau urbex merupakan foto yang memanfaatkan perkotaan (urban). Namun biasanya urbex sendiri bertempat pada gedung-gedung tua, bangunan yang ditinggalkan dan area terlarang. Fokus utama urbex bukan pada manusia tetapi ke urban/perkotaan dalam hal ini adalah bangunan tua dsb. Sedangkan manusia hanya sebagai pemanis biar tidak terkesan flat. Penempatan manusia sebagai biasanya dilakukan secara sengaja atau tidak candid.

    Kenapa kok tidak sama dengan street ?

    Dari segi pengertian pun beda. Foto yang dihasilkan dari urbex biasanya:

    1. berkonsep/tidak candid
    2. Tempatnya ada di gedung tua, bangunan yang ditinggalkan dan area terlarang
    3. Objek utama/PoI-nya adalah bangunannya dan kalau ada manusia hanya sebagai pemanis.

      Pecinta street kekinian pada umumnya anak muda. Mungkin efek instagram, sehingga banyak komunitas baru yg muncul. Mungkin juga lahirnya ini karena adanya istilah “hits” atau “kekinian”. 

      Street kekinian “mungkin” bukan genre maupun style dalam fotografi, tapi mereka adalah komunitas. Dari blog yang saya baca, mereka berdiri pada 11 april 2016. Tujuannya adalah silaturahmi sesama penggiat fotografi khususnya urbex.

      Pada umumnya anak urbex dan street kekinian memakai beberapa aksesoris, dimana aksesoris itu boleh ada atau tidak, antara lain:

      1. Topeng
      2. Masker
      3. Smoke bomb

        Saya juga belum pernah mencoba foto ber-genre urbex jadi foto yang saya pakai tidak lain adalah foto teman saya.

        oleh andri dani (ig: @andridanu)

        Penutup

        Mungkin sedikit tulisan diatas dapat menjadi pembeda antara street dan juga urbex. Tidak hanya street kekinian ada juga street activity dan banyak lagi, ini juga komunitas. Semoga tidak menjadi masalah. Hanya saja penulisan kata “street” pada nama komunitas kurang pas karena street itu beda. Namun itu hak dari pendiri komunitas.

        Namun sedikit saran, pola editing warna (tone) pada urbex sangat khas. Terkadang ada pecinta foto urbex yang memakai tone urbex sebagai tone di fotonya meskipun fotonya bukan foto urbex. 

        Banyak foto yang lebih ke arah portrait namun memakai tone urbex sehingga banyak yang meniru, kemudian mendefinisikan urbex seperti “tone” yang dia pakai. Padahal fokus utama urbex bukan manusia tapi lebih ke arah perkotaan/bangunan.

        Ini hanya saran sih, toh saya juga hanya “mengamati apa yang saya lihat. Kalau salah mungkin karena keawaman saya

        Saya juga orang baru di fotografi bahkan orang paling awam dalam dunia pe-fotoan. Hanya sebagai “penyuka” bukan sebagai tukang foto/fotografer. 

        Saya berharap tulisan saya netral tanpa ada pemojokan kepada orang atau sekelompok orang. Terimakasih sudah membaca.

        Tinggalkan Balasan

        Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

        Logo WordPress.com

        You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

        Foto Google

        You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

        Gambar Twitter

        You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

        Foto Facebook

        You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

        Connecting to %s